Zaman modern sekarang ini hampir masyarakat kota tidak memahami
cara menanam padi padahal dulu kita adalah juragan beras bagi negara lain...
padi,merupakan asal muasal dari beras. Beras merupakan kebutuhan utama masyarakat Indonesia untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat. Begitu bergantungnya masyarakat akan kebutuhan beras atau nasi, menyebabkan beras atau nasi menjadi kebutuhan utama dan wajib untuk dipenuhi. Kecukupan dan keberhasilan budidaya tanaman padi menjadi penentu untuk mencukupi kebutuhan.
Oleh karena itu tanpa tanaman padi maka manusia tidak dapat mengkonsumsi
nasi lagi. Sehingga, budidaya tanaman padi harus terus dikembangkan oleh petani
padi Indonesia. Inilah Cara menanam padi yang baik dan menguntungkan, Selain
nilai kebutuhannya, tanaman padi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Seperti sudah diketahui oleh masyarakat, nilai jual beras sangatlah tinggi dan
pasti laku tidak mungkin tidak laku. Oleh karena itu, diharapkan semakin
bertambah para petani yang mengembangkan budidaya tanaman padi ini.
Untuk mendapatkan tanaman padi yang berkualitas, tentu diperlukan cara
tanam padi dan proses penanaman yang baik dan benar, persiapan apa yang
perlu di perhatikan dalam membudidayakan tanaman padi. Berikut ini beberapa
langkah dalam cara menanam padi yang harus di perhatikan agar cara budidaya
padi sampai panen berikut ini:
1. Persiapan media tanam
Media tanam untuk menanam padi haruslah disiapkan minimal dua minggu
sebelum penanaman. Persiapan dilakukan dengan mengolah tanah sebagai media
tanam. Tanah harus dipastikan bebas dari gulma dan rumput liar. Jangan sampai
pertumbuhan tanaman padi terganggu karena harus berbagi nutrisi dan air dengan
rumput-rumput liar. Jika sudah bebas dari tanaman liar, basahi tanah dengan air
lalu lakukan pembajakan. Pembajakan dilakukan untuk mempersiapkan tanah dalam
keadaan lunak dan gembur serta cocok untuk penanaman. Di zaman modern ini
pembajakan tidak lagi dilakukan dengan mencangkul tetapi dengan menggunakan
sapi ataupun traktor. Setelah melalui pembajakan, kembali genangi media tanam
dengan air. Air diberikan dalam jumlah banyak untuk menutupi seluruh lahan
dengan ketinggian hingga 10 cm. Biarkan air pada media tanam terus menggenang.
Air yang menggenang selama dua minggu akan menyebabkan media tanam menjadi
berlumbur dan racun pun dapat hilang karena ternetralisir.
2. Pemilihan bibit
Bibit pada tanaman padi harus melalui pengujian terlebih dahulu untuk
menentukan kualitasnya. Pengujian dilakukan dengan merendam sekitar 100 butir
benih padi dalam air. Setelah dua jam periksalah benih tersebut. Cara menanam
benih padi yaitu dengan Pemeriksaan benih dilakukan dengan mengidentifikasi
perubahan pada benih. Jika terdapat lebih dari 90 butir benih atau lebih dari
90% benih mengeluarkan kecambah, maka artinya benih tersebut berkualitas unggul
dan bermutu tinggi. Tentu benih yang berkualitas unggul dan bermutu tinggi
inilah yang layak untuk dibudidayakan. Sedangkan jika benih tidak menunjukkan
tanda seperti yang disebutkan diatas, artinya benih tersebut tidak disarankan
untuk dibudidayakan. Setelah menentukan benih yang akan dijadikan bibit, maka
dapat dilakukan persemaian segera.
3. Persemaian
Persemaian dilakukan
setelah menentukan bibit yang unggul. Bibit unggul tersebut kemudian akan
disemai di wadah persemaian. Wadah persemaian terlebih dahulu harus disiapkan.
Kebutuhan wadah semai diberikan dalam perbandingan sebesar 1 : 20. Misalkan
akan menggunakan lahan sawah sebesar 1 hektar maka wadah persemaiannya sekitar
500 m2. Lahan pada wadah persemaian haruslah juga berair
dan berlumpur. Berikan pupuk urea dan pupuk TSP pada lahan persemaian dengan
dosis masing-masing 10 gr per 1 m2. Jika lahan
persemaian sudah siap, sebarkan benih yang telah berkecambah dengan merata.

4. Penanaman
Proses penanaman dilakukan setelah benih pada proses persemaian telah
tumbuh daun sempurna sebanyak tiga hingga empat helai. Jangka waktu dari
persemaian ke bibit siap tanam umumnya sekitar 12 hingga 14 hari saja. Jika
sudah siap tanam, pindahkan bibit dari lahan semai ke lahan tanam. Pemidahan
dilakukan dengan hati-hati dan tidak merusak tanaman. Penanaman dilakukan pada
lubang-lubang tanam yang telah disiapkan. Khusus untuk tanaman padi dalam satu
lubang dapat ditanam dua bibit sekaligus. Penanaman dilakukan dengan memasukkan
bagian akar membentuk huruf L agar akar dapat tumbuh dengan sempurna. Kedalaman
bibit ditanam pun ditentukan berkisar pada rentang 1 cm hingga 15 cm. Masa
penanaman padi lebih baik dilakukan dua kali dalam setahun berdasarkan masa penanamannya
yang ideal.
5. Perawatan lahan
Perawatan dilakukan dengan tiga hal yaitu penyiangan, pengairan, dan
pemupukan. Penyiangan dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dari tanaman
pengganggu. Penyiangan harus dilakukan rutin setiap periode waktu tertentu.
Bisa dilakukan dua minggu sekali atau tiga minggu sekali. Pengairan diberikan
sesuai kebutuhan. Seperti pada tanaman lainnya, pastikan tidak ada kekurangan
atau kelebihan air. Selanjutnya untuk pemupukan, dilakukan pertama kali setelah
tanaman padi berusia satu minggu. Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk urea
dengan dosis 100 kg per hektar dan pupuk TPS dengan dosis 50 kg per hektar.
Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah 25 hari hingga 30 hari setelah
penanaman. Diberikan kembali pupuk urea dengan dosis 50 kg per hektar dan pupuk
Phonska dengan dosis 100 kg per hektar.
6. Pencegahan hama dan penyakit
Hama dan penyakit dapat dicegah dengan memberikan pestisida.
7. Pemanenan
Panen dilakukan dengan tanda-tanda padi yang sudah menguning dan merunduk.
Gunakan sabit gerigi untuk memanen dan letakkan hasil panen pada tikar dengan
merontokkan beras dari dalam bulir-bulir padi yang ada.
Demikianlah cara
menanam padi yang benar secara berurutan. Jika dilakukan penanaman padi
yang baik dan benar, maka hasilnya pun akan memuaskan dan menguntungkan. Untuk
itu lakukanlah penanaman padi dengan tepat.
Semoga
kita dapat memcobanya dikampung halaman kita,,,,
No comments:
Post a Comment